Taman Nasional Bunaken: Rute, Letak, & Aktivitas Menariknya

Rute Taman Nasional Bunaken
Daftar isi

Taman Nasional Bunaken Manado telah menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2005 dan terus berkembang serta dijaga sampai sekarang. Keindahan alamnya dibalut dengan keramahan warga sekitar menjadikan tempat ini salah satu destinasi wisata populer baik di dalam dan luar negeri.

Memadukan konsep daerah wisata sekaligus pelestarian alam dan pengembangan ekonomi, banyak sekali hal yang bisa dijelajah serta dinikmati di sini. Sudah tertarik untuk berkunjung? Kalau belum, yuk ikuti terus artikel di bawah ini untuk mendapatkan informasi terbaru dan penting lainnya!

Deskripsi Taman Nasional Bunaken

Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu pemanfaatan potensi alam dalam sektor ekonomi dan pariwisata Indonesia yang telah menjadi penopang kehidupan orang banyak.

Ditunjuk oleh Menteri Kehutanan Indonesia pada tahun 1991, kawasan ini resmi menjadi pusat konservasi berbagai terumbu karang, ikan, berbagai hewan darat dan lain sebagainya. Hingga akhirnya menjadi salah satu UNESCO World Heritage sejak 2005. 

Dengan luas mencapai 890,65 kilometer persegi atau 280 mil, taman nasional ini menyimpan 97% habitat binatang laut dengan 3% kawasannya adalah daratan dengan pulau Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Nain dan Siladen.

Artikel Terkait

Taman nasional ini merupakan salah satu taman nasional pertama di Indonesia dan termasuk perwakilan ekosistem perairan tropis. Di dalamnya terdapat hutan bakau, padang lamun, ladang terumbu karang dan sistem ekologi pesisir.

Terdapat 91 spesies ikan di perairannya antara lain oci putih, kuda gusumi, goropa, lolosi ekor kuning, ila gasi, clownfish, angelfish dan lain sebagainya. Ditambah 13 jenis karang hidup seperti jenis penghalang dan karang tepi. Beberapa jenis rumput laut juga menghiasi perairan ini salah satunya Thalassia Hemprichii.

(sumber: UW Photography Guide)

Bagian hutan mangrove-nya menjadi rumah bagi berbagai jenis moluska, lobster, kepiting dan burung laut. Beberapa spesies alga juga ditemukan di sini seperti Caulerpa, Halimeda dan Padina. Sedangkan daratannya juga kaya akan kelapa, sagu, woka, silar hingga Arecaceae dengan berbagai hewan darat seperti rusa dan kuskus.

Di sini, Anda juga bisa bertemu dengan Penyu Sisik Hawksbill yang merupakan satwa langka dilindungi dan tidak bisa ditemukan di tempat lain selain di kawasan ini. Biasanya penyu ini suka bermain di terumbu karang. 

Berbagai kekayaan alam tersebut telah berhasil menarik banyak wisatawan dari dalam dan luar negeri terus berdatangan Tercatat pada tahun 2003 sampai 2006, wisatawan yang datang berjumlah 32.000 hingga 39.000 orang dengan detail 8.000 hingga 10.000 diantaranya adalah wisatawan mancanegara.

Sayangnya, ini bukan berarti kawasan tidak lepas dari ancaman. Tercatat dari data Balai Taman Nasional Bunaken, terdapat kerusakan ekosistem dikarenakan jangkar kapal, penggunaan alat ilegal untuk memancing ikan seperti bom dan sianida, aktivitas menyelam dan tentunya sampah.

Melihat hal ini, WWFH akhirnya memberikan bantuan berupa patrol laut yang merupakan bagian dari kegiatan “Sulu Sulawesi Marine Ecoregion Action Plan” pada 27 Oktober 2018. 

Selain itu dari Balai Taman Nasional Bunaken sendiri juga membuat gerakan menanam terumbu karang guna memulihkan ekosistem alam bersama 75 orang yang tergabung dari 32 lembaga. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan hari jadi yang ke 27 tahun.

Letak Taman Nasional Bunaken

Taman Nasional Bunaken Manado
Taman nasional Bunaken (Photo by datawisata.com)

Letak Taman Nasional Bunaken terdapat di daerah perairan Laut Manado, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara Indonesia. Terdapat sekitar 22 desa dengan penduduk sebesar 35.000 jiwa yang benayakan bekerja menjadi nelayan, petani rumput laut, pemandu wisata, nahkoda kapal dan pekerja di cottage.

Uniknya, Taman Nasional Bunaken terletak di Segitiga Terumbu Karang. Artinya kawasan ini menjadi habitat alam bagi 390 lebih spesies terumbu karang dan berbagai biota laut lainnya. 

Taman Nasional Bunaken terdapat di daerah 5 pulau dan pesisir Tanjung Pisok di bagian utara dan Tanjung Kelaam pada sisi Selatan.

Manfaat Taman Nasional Bunaken

Karena Taman Nasional Bunaken terletak di kawasan Segitiga Terumbu Karang, kekayaan ini dimanfaatkan oleh banyak pihak bukan hanya untuk pariwisata tapi juga kemajuan ekonomi rakyat sekitar.

Kawasan ini mempunyai 3 fungsi dalam konteks pembangunan daerah dan negara yaitu, fungsi pelestarian, pendukung kehidupan masyarakat sekitar dan pengembangan di sektor pariwisata alam. 

Manfaat Taman Nasional Bunaken juga sudah dirasakan oleh banyak pihak, terlebih rakyat miskin yang ada di sekitar kawasan ini. Banyak diantara mereka terbantu dengan mendirikan homestay terjangkau bagi para wisatawan yang datang.

Baca juga: Taman Nasional Way Kambas – Festival & Harga Tiket Masuk

Cara Mencapai Lokasi Taman Nasional Bunaken

Cara mencapai lokasi Taman Nasional Bunaken ini cenderung mudah. Jarak antara pusat kota Manado sekitar 18 kilometer saja.

Dari pusat kota Manado, Anda bisa pergi ke pelabuhan Marina Blue Banter dan menggunakan kapal untuk berangkat ke Pulau Bunaken yang ditempuh selama 10-15 menit. Atau Anda bisa datang ke dermaga Marina Nusantara Diving Center (NDC) yang berada di kecamatan Molas dan menempuh waktu sekitar 20 menit.

Jika berangkat dari pelabuhan Manado Anda bisa pergi menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh 30 menit ke pulau Bunaken, 20 menit ke Siladen, 50 menit ke Mantehage dan 60 menit ke pulau Nian.

Sejarah Ringkas Taman Nasional Bunaken

Siapa sangka kawasan ini memiliki sejarah panjang yang menarik untuk dipelajari. Sebenarnya area ini adalah daerah terpencil dan belum banyak orang yang berani untuk menyelam. 

Hal ini dikarenakan masih kentalnya kepercayaan masyarakat sekitar tentang unsur magis, mitos, roh dan hantu yang membuat kegiatan menyelam menjadi tabu. Pada masa itu pula, masih belum banyak orang yang suka menjelajah karena di periode Orde Baru masih banyak gejolak di Indonesia. 

Namun, masih ada segelintir orang yang menjadi penjelajah dan peneliti yang tidak menyerah untuk mengeksplor keindahan Laut Manado. Hingga pada tahun 1970 mulailah kegiatan menyelam mulai dilakukan secara serius.

Akhirnya pada tahun 1975 dalam Surat Keputusan Gubernur Nomor 224 Tahun 1980, kawasan pulau Bunaken berubah nama menjadi Taman Laut Bunaken.

Perubahan nama terus berganti hingga pada 1991, kawasan ini resmi menjadi area taman nasional hingga 15 tahun kemudian menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Kegiatan Wisata Taman Nasional Bunaken

Taman nasional Bunaken
Snorkeling (Photo by celebes.co)

Bila berkunjung ke sini tidak lengkap kalau belum mencoba berbagai kegiatan wisatanya mulai dari menikmati wisata bahari, berjemung, menyelam dan lain sebagianya. Nikmati dan jelajahi keeksotisan kawasan ini dalam pilihan kegiatan berlibur di bawah ini!

1. Mencoba Menyelam dan Snorkeling

Bagi Anda yang ingin melihat keindahan biota laut secara langsung harus mencoba kegiatan menyelam dan snorkeling di perairan ini. Untuk yang baru pertama kali menyelam, jangan khawatir karena ada pembelajaran dan pelatihan singkat bagi para pemula.

Di pusat pembelajaran dan pelatihan ini, para pemula akan diajarkan teknik dasar menyelam seperti breathing, mask clearing, ear equalization, hingga buoyancy control selama 15 menit. 

Ketika dinilai sudah bisa, maka Anda akan diajak untuk menyelam di kedalaman 6 meter selama 45 menit. Selama aktivitas berlangsung, para instruktur selam bersertifikat internasional (SDI – Scuba Diving International) akan selalu mendampingi dan membantu para pengunjung.

Anda bisa menemukan 20 spot snorkeling di setiap pulau di dalam taman nasional ini. Namun pulau Bunaken memiliki 12 area menyelam dari jumlah keseluruhan.

12 spot snorkeling di pulau Bunaken antara lain Mandolin, Sachiko Point, Muka Kampung, Tanjung Parigi, Ron’s Point, Lekukan 1, 2, 3, Pangalisang, Bunaken Timur, Muka Gereja dan Puncak Barakuda. 

Selain itu ada pulau Siladen yang mempunyai dua titik selam yaitu Siladen 1 dan 2. Kawasan ini cocok bagi para penyelam pemula dan profesional, karena airnya yang sangat jernih sehingga tidak perlu menyelam terlalu dalam untuk melihat keindahan terumbu karang.

Kawasan lainnya yang memiliki spot snorkeling terbaik adalah pulau Mantehage dengan dua titik menyelam yaitu Bango dan Tangkasi, pulau Nian dengan Batu Kapal dan Jalur Air, dan pulau Manado Tua dengan Buwalo, Tanjung Kopi dan Pangalingan Negeri.

2. Belajar Sambil Bermain

Kawasan koservasi ini menjadi salah satu destinasi wisata paling favorite untuk study tour para pelajar. Ini tidak mengherankan karena para siswa bisa mengenal lebih jauh tentang biota laut dan ekosistemnya, mencoba menanam pohon mangrove hingga transplantasi terumbu karang. Bagi Anda yang membawa anak-anak, juga bisa mengajak mereka untuk belajar dan bermain bersama di sekitar kawasan ini.

3. Menyaksikan Lumba-Lumba dan Paus

Di pagi hari, setelah matahari terbit adalah waktu yang tepat untuk bisa melihat lumba-lumba dan paus yang ada di perairan ini. Para pengunjung bisa menyewa perahu tradisional masyarakat sekitar untuk mengantarkan Anda ke tengah laut menunggu kemunculan hewan lucu tersebut.

4. Berburu Sunset

Pengalaman menyaksikan matahari terbenam di balik hamparan lautan dan semburat orange yang memantul di atas permukaan tentu menjadi sesuatu yang sangat berharga dan sayang untuk dilewatkan. Kawasan dengan pemandangan sunset terbaik berada di pulau Mantehage.

5. Bersantai di Pasir Putih

Bagi Anda yang lebih suka bersantai, bisa mencoba untuk pergi ke pulau Siladen dengan menggunakan kapal cepat selama 45 menit. Pulau ini lumayan luas dengan ukuran sebesar 32,25 hektar.

Kondisi pulau yang didominasi oleh kawasan pesisir, mempunyai banyak penginapan dan sangat tenang dan damai menjadi pilihan banyak orang untuk beristirahat. 

6. Berkunjung ke Hutan Bakau

Di Pulau Mantehage, Anda bisa berkeliling ke hutan bakau sambil melihat berbagai jenis burung yang sudah sulit untuk ditemui. Selain itu, para pengunjung bisa mencoba minuman beralkohol khas Manado yaitu Cap Tikus.

Harga Tiket Masuk untuk Turis Dalam dan Luar Negeri

Harga tiket masuknya dilihat dari jenis wisatawan yang datang. Para pengunjung dari dalam Indonesia dikenakan biaya sebesar Rp2.500,00 dan Rp150.000 bagi turis mancanegara. Cukup murah bukan?

Sedangkan untuk kegiatan snorkeling, Anda harus menyiapkan biaya sebesar Rp150.000 untuk satu alat menyelam dalam satu jam.

Demikian pembahasan kita mengenai Taman Nasional Bunaken kali ini. Semoga Anda tertarik dan terbantu dengan artikel yang ada di atas. Akhir kata, sampai jumpa di destinasi wisata unik lainnya!

Baca juga: Hari Reptil Internasional: Taman Reptil Purbalingga hingga Pulau Komodo

ADVERTISEMENT

Rekomendasi buat Anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *