1. Rekomendasi Wisata

5 Museum Kota Tua yang Wajib Kamu Kunjungi Bersama Keluarga

Museum Kota Tua merupakan destinasi wisata yang banyak orang kunjungi ketika berlibur ke Jakarta. Keindahan bangunan era Hindia Belanda dan kawasan yang dapat disusuri dengan berjalan kaki merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Pada kesempatan kali ini, Advontura akan membahas lebih dalam mengenai lima museum Kota Tua yang wajib kamu kunjungi bersama keluarga. Kira-kira apa saja? Yuk baca selengkapnya dalam artikel kali ini!

Daftar Isi

1. Museum Fatahillah

Museum Fatahillah, yang secara resmi dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta, terletak di Jalan Taman Fatahillah Nomor 1, Jakarta Barat, dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi. Awalnya, bangunan ini adalah Balai Kota Batavia (Stadhuis van Batavia) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jenderal Joan van Hoorn. 

Desain bangunannya menyerupai Istana Dam di Amsterdam dan terdiri dari bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat, serta bangunan sanding yang berfungsi sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang bawah tanah yang digunakan sebagai penjara.

Sumber: Wikipedia

Pada tanggal 30 Maret 1974, Museum Sejarah Jakarta diresmikan oleh Ali Sadikin setelah mengalami transformasi dari Balai Kota Batavia. Harga tiket masuknya adalah Rp5.000. Sesuai dengan namanya, museum ini memamerkan perjalanan sejarah Jakarta dari masa ke masa hingga mencapai bentuk modern seperti sekarang.

Bagi kamu yang berencana mengunjungi museum ini, kamu bisa datang antara hari Selasa hingga Minggu pada jam 08.00-17.00, karena museum tutup pada hari Senin dan hari libur nasional.

2. Museum Bank Indonesia

Berikutnya dalam deretan museum di Kota Tua Jakarta adalah Museum Bank Indonesia yang terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat. Dengan harga tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang, pengunjung dapat menjelajahi museum ini dengan bebas. Museum ini menawarkan pelajaran seputar sejarah uang di Indonesia, mencakup rentang waktu dari masa kolonial Belanda, awal kemerdekaan, era Orde Baru, hingga masa reformasi dan kekinian.

Agar pengalamanmu semakin beragam, Museum Bank Indonesia juga telah dilengkapi dengan teknologi modern dan berbagai perangkat multimedia, seperti diorama, display elektronik, televisi plasma, dan panel statik, untuk memberikan suasana yang lebih hidup. Koleksi museum mencakup mata uang Indonesia dan dari berbagai negara, memperlihatkan perkembangan seiring berjalannya waktu. Setelah belajar mengenai sejarah uang, jangan lupa untuk mengabadikan momen dengan berfoto, ya!

Sumber: Wikipedia

Penting untuk kamu tahu tentang jam buka museum supaya tidak melewatkan kesempatan untuk mengunjunginya. Museum Bank Indonesia buka setiap hari Selasa hingga Jumat mulai pukul 08.00-15.30, dan pada Sabtu-Minggu dari jam 08.00-16.00. Museum ini libur pada hari Senin dan hari libur nasional. Apakah kamu tertarik untuk berkunjung ke museum ini?

3. Museum Wayang 

Museum Wayang bermula sebagai gereja yang didirikan oleh VOC, kelompok kolonial Belanda, pada tahun 1640. Terletak di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat, museum ini kini menjadi rumah bagi berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia, termasuk yang terbuat dari kayu, kulit, dan bahan-bahan lainnya. Museum juga menampilkan wayang dari luar negeri, seperti Republik Rakyat Tiongkok dan Kamboja.

Sumber: Wikipedia

Hingga saat ini, Museum Wayang telah mengoleksi lebih dari 4.000 wayang, meliputi wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber, dan gamelan. Boneka yang ada di sini mayoritas berasal dari Eropa, namun ada juga yang datang dari beberapa negara non-Eropa seperti Thailand, Suriname, Tiongkok, Vietnam, India, dan Kolombia. Selain itu, lantai pertama museum juga menjadi tempat makam Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal Hindia Belanda keempat dan keenam.

Museum Wayang tidak hanya menjadi tempat pameran, tapi juga menjadi lokasi pagelaran wayang berkala pada minggu kedua dan ketiga setiap bulannya. Pada tanggal 7 November 2003, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui wayang Indonesia sebagai warisan dunia yang patut dilestarikan.

Museum ini buka setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00-16.00 WIB. Untuk masuk, pengunjung perlu membayar tiket sebesar Rp5.000 untuk dewasa, Rp3.000 untuk mahasiswa, dan Rp2.000 untuk anak-anak.

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik berlokasi dekat dengan Museum Fatahillah, tepatnya di Jl. Pos Kota No.2, RT.9/RW.7, Pinangsia, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat. Sesuai dengan namanya, museum ini menampilkan beragam jenis keramik, lukisan, serta karya seni rupa Indonesia dan mancanegara yang telah ada sejak abad ke-19.

Selain menyajikan koleksi beragam koleksi karya seni rupa, pengunjung juga memiliki kesempatan untuk belajar mengenai teknik pembuatan gerabah melalui kelas pelatihan yang museum selenggarakan. Museum ini juga menyediakan perpustakaan yang dapat kamu kunjungi untuk memperoleh pengetahuan lebih lanjut seputar seni rupa dan keramik.

Sumber: KCIC

Museum Kota Tua ini beroperasi dari hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00-15.00 WIB. Bagi yang berminat melihat koleksi seni rupa dan keramik di sini, tiket masuk berharga Rp5.000 untuk dewasa, Rp3.000 untuk mahasiswa, dan Rp2.000 untuk anak-anak.

5. Museum Bahari

Apabila kamu tertarik dengan segala hal yang berkaitan dengan dunia maritim, kunjungilah Museum Bahari. Museum ini terletak di Jl. Ps. Ikan No.1, RT.11/RW.4, Penjaringan, Kec. Penjaringan, Jkt Utara, Jakarta. Lokasinya terdiri dari dua bangunan utama, yaitu Museum Bahari dan Menara Syahbandar. Di Museum Bahari, Anda dapat melihat berbagai replika perahu.

Sebelum menjadi museum, bangunan museum ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan rempah-rempah. Pada masa penjajahan Jepang, bangunan Museum Bahari berubah fungsi menjadi gudang logistik tentara Jepang. Sementara itu, pada tahun 1839, Menara Syahbandar memilki fungsi awal sebagai menara pengawas dan pengatur lalu lintas kapal di Pelabuhan Batavia dan Sungai Ciliwung.

Sumber: Wikipedia

Selama masa pendudukan Jepang, Menara Syahbandar berperan sebagai gudang penyimpanan logistik. Pada tahun 1977, di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, Museum Bahari dan Menara Syahbandar diresmikan sebagai museum dengan nama Museum Bahari.

Museum ini buka setiap hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00-15.00 WIB. Untuk mengunjungi museum, Anda perlu membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 untuk dewasa, Rp3.000 untuk mahasiswa, dan Rp2.000 untuk anak-anak.

Baca Juga: 15 Tempat Wisata Unik di Jakarta yang Wajib Kamu Kunjungi

Demikian pembahasan Advontura mengenai lima museum Kota Tua yang wajib kamu kunjungi bersama keluarga. Semoga penjelasan kami kali ini dapat membantumu jika datang berwisata ke Jakarta, khususnya Kota Tua.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: 5 Museum Kota Tua yang Wajib Kamu Kunjungi Bersama Keluarga

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memiliki pemandangan hutan yang terkenal alami dengan udara yang segar. Jika berencana untuk berlibur ke sana dalam waktu dekat, kamu harus mengexplore Jembatan Gantung Sukabumi atau Jembatan Gantung Situ Gunung. Seperti apa kira-kira? Yuk simak informasi selengkapnya mengenai Jembatan Gantung Sukabumi ini, hanya di Advontura! Lokasi Jembatan Gantung Sukabumi […]
    Bandung selalu menjadi primadona untuk orang kunjungi ketika masa liburan. Berbagai jenis tempat wisata dapat kamu temukan di segala penjuru kota. Kali ini, Advontura akan memberi kamu beberapa rekomendasi tempat wisata di Bandung yang gratis. Penasaran apa saja? Yuk, baca artikel berikut untuk mengetahui lebih tentangnya. 1. Jalan Braga Pertama, ada Jalan Braga. Banyak bangunan […]

    Trending

    Kurangnya tempat terbuka hijau menjadi penyebab utama banjir di Jakarta. Salah satu langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah membangun beberapa waduk yang berfungsi bukan hanya sekadar sebagai kawasan hijau tapi bisa juga sebagai tempat wisata alam di Jakarta.  Waduk Pondok Ranggon ini terletak di Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Buat […]
    Waduk tidak hanya berperan sebagai penyedia air untuk kebutuhan irigasi, tetapi juga menjadi magnet para wisatawan sekaligus para pemancing. Contohnya, Waduk Gonggang yang terletak di kaki Gunung Lawu. Waduk ini tidak hanya memiliki fungsi sebagai sumber perairan warga sekitar, tetapi juga tempat wisata yang sayang untuk kamu lewatkan. Kira-kira apa saja yang membuat wisatawan berkunjung […]
    Umbul Bening Waterpark merupakan salah satu wisata yang wajib kamu kunjungi jika berwisata ke Banyuwangi. Tempatnya yang asri dan menenangkan membuat siapapun yang berwisata merasa tersegarkan kembali. Kali ini, Advontura akan membahas tentang Umbul Bening Waterpark. Simak informasi selengkapnya di artikel kali ini! Tentang Umbul Bening Umbul Bening merupakan destinasi wisata berkonsep waterpark yang terletak […]