Advontura – Platform Informasi Tempat Wisata Seru untuk Traveller

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Gunung Rinjani – Rute, Tips dan Jalur Pendakiannya

Gunung Rinjani terletak di utara Pulau Lombok dengan ketinggian mencapai 3.726 mdpl. Terkenal akan pesona alamnya yang begitu Indah, menjadikan pendakian Gunung Rinjani selalu diminati oleh para pecinta alam. Sebagai penikmat gunung, tak lengkap rasanya jika belum menginjakkan kaki di gunung yang disebut atap Lombok ini.

Jadi tidak mengherankan memang, jika banyak wisatawan yang berbondong-bondong datang ke Taman Nasional Gunung Rinjani. Tertarik mengunjunginya? Yuk, pahami dulu beberapa informasi mengenai pendakian Gunung Rinjani yang wajib Anda ketahui!

Taman Nasional Gunung Rinjani

Memiliki luas sekitar 41.330 hektar, Taman Nasional Gunung Rinjani terletak di Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu ekosistem dengan tipe savana dan hutan hujan. Flora,fauna, dan keindahan panorama alam yang begitu eksotis merupakan daya tarik utama milik kawasan Taman Nasional ini.

Sejarah Taman Nasional Gunung Rinjani

Sebelum ditetapkan menjadi salah satu taman nasional di Indonesia secara resmi, ada sejarah panjang yang dimiliki kawasan pendakian Puncak Rinjani. Pada 17 Maret 1941 melalui Surat Keputusan No. 15 Staatblad Nomor 77, pemerintah menetapkan kawasan ini menjadi Suaka Margasatwa Gunung Rinjani terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

56 tahun kemudian, bertepatan dengan Pekan Konservasi Alam Nasional II pada 23 Mei 1997 melalui Surat Keputusan No.280/Kpts-VI/1997, Menteri Kehutanan meresmikan kawasan tersebut menjadi Taman Nasional Gunung Rinjani seperti yang telah kita kenal sekarang.

Baca juga: Taman Nasional Bunaken Komodo – Letak, Manfaat & Rute

Pendakian Gunung Rinjani

Pendakian Gunung Rinjani
Photo by grid.id

Sebagai salah satu puncak favorit wisatawan, pendakian Gunung Rinjani terletak di ketinggian 12 ribu kaki memiliki daya pikat yang begitu tinggi. Bagi Anda yang berencana untuk mendakinya dalam waktu dekat ini, berikut informasi rute dan pendakian Puncak Rinjani yang dapat diikuti.

Rute Perjalanan

Puncak Rinjani terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, oleh karena itu tentukan terlebih dahulu akses perjalanan apa yang sesuai dengan titik awal keberangkatan Anda. Bila sudah berada di lombok, berikut beberapa pilihan rute menuju Sembalun, jalur paling terkenal yang dapat Anda pilih.

1. Dari Bandar Udara Internasional Lombok

Sesaat setelah turun dari pesawat, naiklah bus Damri dengan jarak tempuh sekitar satu jam menuju Terminal Damri. Selanjutnya, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Terminal Mandalika dengan berjalan kaki.

2. Dari Pelabuhan Lembar Lombok

Bagi Anda yang memilih jalur laut pasti akan berhenti di Pelabuhan Lembar. Dari pelabuhan, Anda bisa menaiki kendaraan pribadi maupun umum untuk menuju Kota Mataram. Selanjutnya, perjalanan akan dilanjutkan setelah Anda tiba di Terminal Mandalika.

3. Dari Terminal Mandalika Mataram

Setelah sampai di Terminal Mandalika, lanjutkan perjalanan dengan menaiki sejenis elf yang biasa disebut mobil engkel dengan tujuan Pasar Aikmel. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 1 jam lamanya. Sesampainya di tujuan, naiklah mobil dengan tujuan Sembalu dengan waktu tempuh selama dua jam.

Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Pendakian Gunung Rinjani terletak di Pulau Lombok terbagi menjadi tiga kawasan, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. Sebagai gunung api tertinggi kedua di Indonesia, tentu tak mudah bagi para pendaki untuk menaklukkannya. Namun setidaknya, ada empat jalur resmi pendakian Puncak Rinjani yang dapat Anda lalui.

1. Jalur Sembalun, Lombok Timur

Perjalanan akan dimulai dari Pintu Bawak Nao. Bila menempuh jalur ini, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan sawah serta padang rumput milik warga. Butuh waktu sekitar 6 sampai 8 jam lamanya untuk sampai di Pos Pelawangan Rinjani dengan melewati total 4 pos.

Tips: Bila tertarik ke Puncak Rinjani melalui Pos Pelawangan, sangat disarankan untuk mulai bersiap-siap dari sekitar jam 1 dini hari. Jangan lupa untuk menyiapkan berbagai kebutuhan logistik yang cukup, sebab perjalanan dari Pelawangan menuju puncak akan membutuhkan tenaga ekstra dengan estimasi waktu 4 sampai 6 jam lamanya.

2. Jalur Senaru, Lombok Utara

Berbeda dengan jalur Sembalun yang melewati area padang rumput serta persawahan, jalur Senaru memiliki trek hutan terpanjang di pendakian Gunung Rinjani. Anda akan berjalan kaki mulai dari kantor Taman Nasional Gunung Rinjani di Senaru dengan melewati hutan yang membentang luas.

Tips: Terdapat 4 pos termasuk Pelawangan Senaru yang akan dilewati. Siapkan persediaan air yang cukup banyak, mengingat mata air hanya bisa ditemukan di pos 2. Perlu diperhatikan bahwa mata air tersebut hanya tersedia saat musim hujan.

3. Jalur Air Berik, Lombok Tengah

Bertepatan dengan lokasi Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu yang tergabung dalam Kawasan Wisata Benang Stokel, jalur Air Berik pendakian Gunung Rinjani di Kecamatan Batu Kliang, Lombok Tengah. Jalur Air Berik mempunyai sumber air melimpah, sehingga tidak perlu khawatir lagi saat kehausan.

Tips: Gunakan sepatu dan gatter di kaki Anda agar terhindar dari pacet. Pacet adalah hewan penghisap darah yang biasa ditemukan di bawah dedaunan. Umumnya, pacet akan menghisap darah mangsanya sampai ukurannya membesar berkali lipat dari sebelumnya.

4. Jalur Timbanuh, Lombok Timur

Biasanya, untuk menuju Desa Timbanuh akan sedikit sulit karena jalanannya berlubang. Sebagai salah satu persyaratan mendaki, Anda harus langsung melakukan registrasi sesaat setelah sampai di Pos Pendakian Balai Taman Nasional Gunung Rinjani terletak di Desa Timbanuh.

Tips: Bila Anda ingin menuju ke Danau Sagare Anak melalui Pelawangan Timbanuh, akan sangat disarankan untuk pergi bersama penduduk sekitar yang sudah berpengalaman. Hal ini dikarenakan terjal dan curamnya tebing bebaturan yang akan dilewati oleh para pendaki.

Kini Anda telah mengetahui berbagai informasi penting terkait pendakian Puncak Rinjani. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Sobat Advontura yang berencana mendaki. Yuk, atur tanggal cuti dari sekarang!

Baca juga: Gunung Kelud Kediri – Legenda, Letak & Tiket Masuknya

0

Artikel Terkait