Pesona Keindahan Alam 6 Desa Wisata di Indonesia

desa wisata pujon
Photo by dolanyok.com
Daftar isi

Belakangan ini, sebagian masyarakat mulai beralih dan menjadikan desa wisata di Indonesia menjadi salah satu pilihan destinasi berlibur. Masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan memilih wisata desa untuk berlibur karena ingin merasakan suasana damai pedesaan dan juga menghirup udara segar tanpa polusi yang sangat jarang ditemukan pada lingkungan padat penduduk seperti perkotaan.

Indonesia memiliki banyak desa yang telah dijadikan sebagai tempat wisata karena keunikan tradisi dan juga keindahan alamnya. Untuk menarik wisatawan baik lokal maupun asing, pemerintah mulai mendukung dan mengembangkan desa yang memiliki potensi untuk dijadikan wisata. Berikut beberapa desa wisata di Indonesia yang unik dan wajib untuk dikunjungi.

Desa Wisata Pujon Kidul

Keberadaan desa pujon kidul pastinya sudah tidak asing di telinga masyarakat pecinta wisata alam terutama warga malang dan sekitarnya. Malang Raya mempunya berbagai macam pilihan destinasi berlibur seperti Jawa Timur Park, Museum Angkut, Coban Rondo, hingga Taman Nasional Bromo yang keberadaanya sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Salah satu destinasi wisata baru yang kini keberadaanya menyita perhatian masyarakat luas adalah Desa Pujon Kidul.

Desa yang sedang hits ini terletak di bagian barat Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Untuk menuju kesana, diperlukan waktu perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam dari pusat Kota Malang. Desa Pujon Kidul menawarkan berbagai fasilitas dan kegiatan seru seperti outbound, paintball, ATV, panahan, petik sayur, mengolah susu, hingga belajar membuat biogas.

Untuk beberapa kegiatan tertentu, pengunjung harus terlebih dahulu menghubungi pihak Wisata Pujon Kidul untuk melakukan reservasi. Warga sekitar telah menyediakan beberapa Homestay untuk wisatawan yang ingin menginap dan menghabiskan waktu dengan menikmati kesejukan udara pegunungan di Desa Pujon Kidul.

Artikel Terkait

Keberadaan Cafe sawah adalah salah satu daya tarik tersendiri yang membuat banyak orang penasaran untuk mengunjungi Desa Pujon Kidul. Cafe yang memiliki konsep kontemporer dengan pemandangan alam ini sangat cocok digunakan untuk menghilangkan penat bersama keluarga maupun teman terdekat. Keindahan cafe sawah yang berada di Wisata Pujon Kidul sudah banyak tersebar di berbagai sosial media sehingga lebih banyak menarik perhatian.

Udara sejuk dengan hamparan pemandangan alam pegunungan yang indah menambah keindahan Cafe Sawah. Banyak spot foto yang unik dan super instagenik tersedia di cafe milik Desa Pujon Kidul yang cocok untuk para pecinta selfie. Spot foto yang menjadi andalan Cafe Desa Wisata Pujon Kidul ini adalah bangunan yang terbuat dari bambu, taman bunga, jembatan, hingga hamparan sawah dengan background pegunungan yang asri.

Wisata Pujon Kidul juga menyediakan paket foto prewedding dengan harga terjangkau untuk para pengunjung yang ingin dan tertarik untuk melakukan sesi foto disana. Makanan yang dijual di Cafe Sawah juga memiliki rasa yang tidak perlu diragukan lagi kenikmatannya namun dengan harga yang ramah di kantong.

Selain Cafe Sawah, The Roudh 78 juga merupakan salah satu destinasi andalan milik Desa Wisata Pujon Kidul. The Roudh 78 atau yang sering disebut dengan Texasnya pujon kidul ini menawarkan berbagai keseruan aktivitas fisik. Tempat ini cocok untuk pengunjung yang ingin memacu adrenalin.

Permainan seru yang dimiliki oleh The Roudh 78 antara lain kegiatan off road mengelilingi keindahan Wisata Pujon Kidul hingga melewati daerah peternakan, pegunungan, dan perkebunan di sana menggunakan jeep tempur. Selain itu, permainan paintball dengan suasana seperti sedang melakukan perang melawan musuh sungguhan juga bisa dipilih oleh para pengunjung yang sedang berkunjung dan menghabiskan waktu bersama teman di Desa Pujon Kidul.

Sebelum masuk di kawasan Wisata Pujon Kidul, pengunjung harus membayar tiket masuk seber Rp. 8.000 per orangnya. Perlu diperhatikan harga tiket masuk tersebut dapat berubah sewaktu – waktu. Jika ingin menikmati fasilitas bermain, pengunjung akan dikenai biaya tambahan sesuai dengan jenis permainan yang dipilih. Kawasan wisata Pujon Kidul ini buka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga 8 malam.

Desa Wisata Gamplong

Nama Desa Wisata Gamplong atau Studio Alam Gamplong mulai banyak dikenal masyarakat sejak tempat ini dijadikan lokasi syuting film ‘Bumi Manusia’ dan juga ‘Sultan Agung’ yang disutradarai oleh Hanung Baramntyo.

Bagi kalian yang memiliki rencana berkunjung ke Yogyakarta, Wisata Gamplong yang terletak di Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Moyudan, Sleman, Yogyakarta ini cocok dijadikan salah satu destinasi wisata untuk dikunjungi. Desa Gamplong yang terletak 18 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta ini menyuguhkan keindahan kehidupan pedesaan yang tenang dan pastinya asri. Karena sering dijadikan tempat pengambilan gambar untuk film, Wisata Gamplong memiliki banyak spot foto unik dan berbeda dari tempat lainnya.

Spot foto ikonik yang ada di  Desa Wisata Gamplong antara lain bangunan kampung kecil ala masyarakat Mataram, Keraton Mataram, replika sungai Ciliwung, kampung Belanda, hingga rumah Jawa kuno yang terbuat dari anyaman bambu. Spot foto yang ada di Wisata Gamplong sebagian besar berasal dari setting film yang tidak dirobohkan. Suasana khas film kolosal sangat terasa di kawasan wisata milik Yogyakarta ini. 

Tidak hanya studio alam, Desa Gamplong juga memiliki Museum Bumi Manusia yang merupakan rumah dari Annelies Mellema dan juga Nyai Ontosoroh dari novel Bumi Manusia didalamnya. Museum ini mulai dibuka sejak bulan Agustus 2019 dan sering digunakan sebagai tempat berkumpul oleh para penggemar novel karya Pramoedya Ananta Toer. Pengunjung Museum Bumi Manusia yang terdapat pada kawasan Desa Gamplong dibatasi hanya 10 orang per 30 menitnya. Hal tersebut dilakukan agar keamanan bangunan tetap terjaga.

Sebelum dikenal sebagai tempat shooting film, Desa Wisata Gamplong sudah terlebih dahulu terkenal sebagai pusat kerajinan tenun. Industri tenun desa Gamplong sudah berdiri sejak tahun 1950-an dan terkenal sebagai penghasil tenun original buatan tangan.

Tidak adanya penerus dan penurunan jumlah pengrajin membuat tenun pada desa Gamplong mengalami beberapa modifikasi. Walaupun begitu, pengunjung Desa Gamplong yang tertarik untuk membuat tenun dapat belajar pada penduduk sekitar.

Untuk tiket masuk, tidak ada tarif khusus yang ditetapkan oleh pengelola. Pengunjung hanya perlu membayar secara sukarela pada kotak sumbangan untuk biaya kebersihan desa. Namun jika ingin masuk ke dalam Museum Bumi Manusia, pengunjung akan ditarik biaya sebesar Rp. 10.000 per orangnya. Wisata Gamplong dibuka untuk kunjungan umum setiap harinya mulai pukul 8 pagi hingga 5 sore.

Baca juga: Bukit Moko – Wisata Bandung Pemandangan Surga

Desa Wisata Pulesari

Tidak hanya Desa Gamplong, Yogyakarta juga memiliki Wisata Pulesari yang cocok dipilih sebagai salah satu destinasi liburan saat berkunjung kesana. Desa Wisata Pulesari menawarkan keunikan nuansa wisata alam dan budaya di kawasan pedesaan. Desa Wisata ini dibentuk atas hasil ide kreatif milik masyarakat sekitar sejak tahun 2012.

Potensi utama dari Wisata Pulesari adalah agrowisata budidaya salak. Disini pengunjung akan diajari cara yang benar untuk budidaya salah dan juga belajar cara untuk mengolah salak menjadi banyak hidangan unik. Ditangan masyarakat Pulesari, salak dapat disulap menjadi beberapa macam olahan nikmat seperti wingko, dodol, enting – enting, bakpia, nastar, madumongso, kerupuk, hingga hidangan kolak.

Desa Wisata Pulesari berlokasi di Dusun Pulesari, Wonokerto, Turi, Kab. Sleman, Yogyakarta. Lokasi tersebut berjarak 23 kilometer jika dihitung dari pusat kota dan sangat mudah untuk dijangkau bahkan oleh para wisatawan yang berasal dari luar Yogyakarta.  

Saat sedang berlibur di Wisata Pulesari pengunjung dapat melakukan kegiatan outbond dan juga river tracking. Pengelola Desa Wisata Pulesari menyediakan paket river tracking yang akan mengajak pengunjung menyusuri sungai dengan beberapa wahana tambahan yang menarik seperti spiderman web, tangkap ikan, jembatan goyang, dan air terjun.

Wisata Pulesari menyediakan beberapa homestay yang dapat digunakan untuk wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di kawasan wisata berikut. Untuk menikmati wisata di desa Pulosari, pengelola menyediakan pilihan paket yang dapat disesuaikan dengan budget pengunjung mulai dari Rp. 50.000 hingga Rp. 265.000 per orangnya. Wisata yang ada di Desa Pulesari dibuka untuk umum setiap hari. Untuk hari senin sampai jumat beroperasi mulai pukul 7 pagi hingga 6 sore. Sedangkan untuk hari weekend wisata Pulesari buka 24 jam non stop.

Desa Wisata Penglipuran

Keindahan alam serta budaya adat pulau Dewata Bali memang tidak perlu diragukan lagi. Pilihan destinasi wisata menarik tersebar di semua penjuru Bali. Salah satu destinasi menarik untuk dikunjungi saat berada di Bali adalah Desa Wisata Penglipuran.

Desa adat Penglipuran cukup menyita perhatian wisatawan lokal hingga mancanegara. Peningkatan pengunjung Wisata Penglipuran juga disebabkan oleh munculnya desa adat ini pada salah satu FTV yang ditayangkan pada salah satu stasiun tv nasional. Selain itu, Desa Wisata Penglipuran juga menjadi salah satu destinasi andalan yang dikunjungi oleh rombongan tour wisata. Walaupun belum setinggi Tanah Lot, Sanur, dan beberapa destinasi terkenal lainnya, pengunjung Desa Penglipuran selalu naik secara signifikan setiap tahunnya.  

Wisata Penglipuran terletak di Jl. Penglipuran, desa Kubu, Kab. Banli, Provinsi Bali. Desa wisata di Bali ini berjarak kurang lebih 53 kilometer dari Kuta dan memiliki rute searah dengan objek wisata Kintamani serta Ubud. Jika keadaan lalu lintas lancar, perjalanan hanya akan memakan waktu selama 1,5 jam. Pengunjung akan merasakan udara sejuk saat berkunjung di Desa Wisata Penglipuran karena berada kurang lebih 700 meter diatas permukaan laut.

Wisata Penglipuran menyajikan keindahan suasana pedesaan yang jauh dari peradaban modern Bali. Desa Wisata di Bali ini cocok untuk wisatawan yang bosan mengunjungi pantai saat berada di Bali dan ingin merasakan suasana yang tidak dapat ditemukan di daerah perkotaan. Wisata Penglipuran menampilkan beberapa atraksi menarik untuk para pengunjungnya. Pengunjung dapat mempelajari tentang kebudayaan Bali tempo dulu, kehidupan sosial, hingga kursus tari khas Bali saat mengunjungi desa ini.

Untuk biaya tiket masuk, pengelola desa wisata di Bali ini membaginya menjadi 2 khusus untuk wisatawan lokal dan asing. Wisatawan lokal dikenai tarif masuk sebesar Rp. 15.000 untuk orang dewasa dan Rp. 10.000 untuk pengunjung anak – anak. Sedangkan wisatawan asing akan dikenai biaya masuk untuk pengunjung dewasa sebesar Rp. 30.000 dan pengunjung anak – anak sebesar Rp. 25.000. Harga yang tiket masuk yang tertera dapat berubah sewaktu – waktu.  

Desa Wisata Malasari

Beralih ke bagian ujung barat pulau Jawa, terdapat Wisata Malasari yang dapat dijadikan pilihan destinasi wisata. Desa Wisata Malasari difungsikan sebagai media pembangkit sektor pariwisata di Bogor Barat dan juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga kesadaran masyarakat malasari.

Wisata Malasari menyajikan keindahan pemandangan perkebunan teh, sungai, air terjun, hingga persawahan. Untuk pengunjung yang ingin menikmati kesegaran udara alam untuk menghilangkan kejenuhan dapat berkunjung ke wisata ini. Kawasan Wisata Malasari terletak di Kec. Nanggung, Kab. Bogor, Jawa Barat kurang lebih 57 kilometer dari pusat Kota Bogor. Jika jalanan lancar, pengunjung akan memakan waktu sekitar 3 jam perjalanan. 

Mulai tahun 2015, Desa Malasari ditetapkan menjadi desa di Bogor yang berpotensi menjadi desa ekowisata. Wisata Malasari berlokasi di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Hal tersebut menyebabkan suasana alam pada Desa Wisata Malasari ini sangat terasa.

Perpaduan keindahan flora dan fauna membuat desa Malasari sangat menarik untuk dikunjungi. Wisata Malasari juga memiliki beberapa fasilitas untuk pengunjung yang ingin bermain air berupa curug serta air terjun seperti air terjun Pasakan, Curug Sawer, Curug Citamiang, dan air terjun Cikaniki.

Banyaknya air terjun dan curug di sekitar Desa Wisata Malasari disebabkan karena desa ini dikelilingi oleh sungai Cidurian serta sungai Cikaniki. Hamparan sawah dilengkapi dengan terasering memperindah pemandangan yang dimiliki Desa Wisata Malasari.

Cuaca yang asri nan sejuk menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk berlama – lama menghabiskan waktu di tempat ini. Perkebunan Teh Nirmala Agung dengan ketinggian 18000 MDPL menjadi salah satu spot foto menarik yang ditawarkan wisata Malasari. Untuk menikmati keindahan alam yang lengkap milik Wisata Malasari pengunjung diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp. 5000 saja.

Desa Wisata Pentingsari

Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan banyak desa yang berpotensi menjadi objek wisata paling banyak di Indonesia. Desa Wisata Pentingsari adalah salah satu dari jajaran desa di Yogyakarta yang memiliki potensi cukup besar di bidang pariwisata.

Karena terletak di kaki Gunung merapi, suasana sejuk akan menemani wisatawan saat mengunjungi Wisata Pentingsari. Objek wisata di desa Pentingsari mulai dikembangkan mulai tahun 2008. Daya tarik dari Desa Pentingsari adalah keaslian budaya, keadaan alam dan juga sosial yang dimilikinya.

Terdapat Lembah Gondoran dan Ponteng di sebelah selatan, Lembah kali kuning yang curam di sebelah barat, serta Lembah kali pawon pada bagian timur. Dikelilingi beberapa Lembah membuat Wisata Pentingsari memiliki bentuk semenanjung yang unik. Gunung Merapi sebagai background Desa Wisata Pentingsari melengkapi keindahan pemandangan desa ini. 

Secara Geografis, Wisata Pentingsari terletak di Desa Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan saat mengunjungi Desa Wisata Pentingsari antara lain adalah membajak sawah, panen padi, belajar seni karawitan, kreasi janur, hingga kurus menari Jawa.

Jika datang di waktu yang tepat, pengunjung  juga dapat merasakan acara syukuran desa atau kenduri bersama warga sekitar. Selain melakukan aktivitas desa, pengunjung juga dapat menikmati keindahan pemandangan landscape Gunung Merapi dari Kali Kuning ataupun Kaliurang.

Baca juga: Wisata Candi Borobudur – Sejarah Hingga Harga Tiket

ADVERTISEMENT

Rekomendasi buat Anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *