Bukit Panguk Kediwung Jogja: Tiket Masuk dan Rutenya

Daftar isi

Sahabat Advontura, sudahkah kalian mengunjungi Bukit Panguk Kediwung Jogja? Jika belum, yuk cek ulasan berikut ini.

Yogyakarta merupakan salah satu kota yang selalu menjadi favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu berlibur. Berbagai macam destinasi wisata mulai dari wisata edukasi, wisata kuliner, wisata alam, hingga wisata sejarah semua tersedia lengkap di Kota ini.

Wisatawan tidak akan pernah kehabisan destinasi wisata setiap kali berkunjung ke Yogyakarta. Destinasi wisata yang sedang ramai dibicarakan karena keindahan alam dan juga spot foto uniknya adalah Bukit Panguk Kediwung Jogja.

Bukit Panguk Kediwung merupakan salah satu destinasi wisata yang dapat dipilih oleh wisatawan yang ingin menikmati keindahan sunrise di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menawarkan hamparan keindahan alam yang asri dengan udara yang segar membuat Bukit Panguk Kediwung Jogja selalu ramai dipenuhi pengunjung.

Artikel Terkait

Berbagai spot foto unik dan menarik juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang membuat wisatawan ramai mengunjungi objek wisata alam ini. Objek wisata Bukit Panguk Kediwung Jogja pertama kali dibuka untuk umum pada pertengahan tahun 2016.

Nama Bukit Panguk dipilih karena lokasinya berada di atas tebing yang tinggi. Berbeda dengan masyarakat luas, warga setempat menyebut objek wisata ini dengan sebutan tebing batu lawang. Sebutan tersebut memiliki arti yaitu melihat dari tempat dengan ketinggian tertentu.

Tiket Masuk Bukit Panguk Kediwung Jogja

terkait biaya masuk, Tiket masuk Bukit Panguk Kediwung  Jogja tergolong sangat murah dan terjangkau. Pengunjung hanya perlu membayarkan tiket masuk Bukit Panguk Kediwung sebesar Rp 7.000 saja.

Untuk parkir pengunjung akan dikenai biaya sebesar Rp 2000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat. Harga tersebut bersifat sementara dan dapat berubah tergantung keputusan pengelola objek wisata.

Harga tiket masuk Bukit Panguk Kediwung tersebut tidak termasuk dengan biaya foto pada spot yang telah disediakan. Wisatawan akan ditarik biaya secara terpisah jika ingin mengambil foto di objek tersebut.

Rute Perjalanan Menuju Bukit Panguk Kediwung Jogja

Bukit Kediwung terletak di Kabupaten Bantul lebih tepatnya di Kediwung, Desa Mangunan, Kec. Dlingo, Kab. Bantul, Yogyakarta. Objek wisata ini berjarak kurang lebih 24 kilometer dari pusat kota Jogja.

Lokasinya berada di dekat destinasi wisata Hutan Pinus Mangunan atau Kebun Buah Mangunan sehingga cukup mudah ditemukan dan dijangkau oleh wisatawan. Medan tempuh menuju Bukit Panguk cukup aman dan tidak terlalu ekstrim, namun wisatawan tetap harus memastikan kendaraan berada dalam kondisi yang prima. 

Untuk wisatawan yang memulai perjalanan dari kota Jogja, rute Bukit Panguk Kediwung dimulai dengan arah ke Terminal Giwangan, setelah sampai di lalu lintas Giwangan ambil belokan ke arah selatan menuju kawasan Pasar Imogiri. Setelah itu ambil arah kiri menuju daerah Makam Raja Imogiri.

Terdapat papan penunjuk arah menuju Kebun Buah Mangunan di pertigaan sebelum Makam Raja Imogiri. Ikuti rute sesuai dengan petunjuk arah, sebelum sampai di kawasan Kebun Buah akan ada papan petunjuk untuk rute menuju Puncak Kediwung.

Tinggal ikuti petunjuk tersebut untuk sampai di Puncak. Sedangkan untuk wisatawan yang memulai perjalanan dari luar kota Jogja, rute Bukit Panguk Kediwung dimulai langsung menuju ke arah Imogiri, lalu lanjut menuju Dlingo hingga sampai di lokasi bukit.

Untuk memudahkan perjalanan agar tidak tersesat, pengunjung dapat menggunakan Google Maps agar perjalanan lebih aman dan nyaman. Jika masih ragu dengan rute Bukit Panguk Kediwung atau takut salah jalan, wisatawan dapat bertanya kepada masyarakat sekitar. 

Baca juga: Air Terjun Sri Gethuk: Tips hingga Harga Tiket Masuk

Menikmati Keindahan Sunrise

Bukit Panguk kediwung Jogja
Bukit Panguk Jogja (Photo by hargatiket.net)

Perjalanan cukup panjang dengan rute naik turun bukit benar – benar terbayarkan setelah tiba di lokasi dan melihat keindahan alamnya. Melihat hamparan alam yang indah diatas ketinggian bukit sangatlah memanjakan mata. Hijaunya rumput yang menutupi permukaan bukit terlihat begitu mempesona.

Pemandangan alam yang asri ditambah udara dingin khas pegunungan membuat objek wisata ini cocok dikunjungi apabila ingin mencari ketenangan. Menikmati suasana tenang ditemani secangkir kopi memanglah perpaduan yang sangat sempurna.

Pengunjung dapat memesan secangkir kopi di warung yang tersedia di sekitar kawasan bukit. Bukit Kediwung memiliki beberapa gardu pandang yang dapat dipilih sesuai keinginan dan selera pengunjung.

Gardu pandang terbuat dari olahan kayu dan bambu yang dibuat dengan bentuk jembatan menjorok dari bibir tebing. Gardu pandang dibuat dengan tujuan agar wisatawan dapat memandangi keindahan alam yang ada di sekitaran bukit dengan lebih puas.

Gardu pandang ini sangat cocok digunakan sebagai tempat untuk foto bersama maupun selfie karena tempatnya sangat instagramable. Namun perlu diperhatikan masing – masing gardu pandang hanya berkapasitas maksimal 3 sampai 5 orang, jadi pengunjung diharap mengantri dan sabar agar keamanan lebih terjaga.

Setiap orang diberi waktu kurang lebih 3 menit untuk menikmati pemandangan di atas gardu. Gardu pandang terletak di dua tempat yaitu pada bagian selatan dan timur.

Namun gardu yang berada di bagian timur lebih sering dipilih pengunjung karena dapat melihat pemandangan alam dan sunrise dengan lebih sempurna. Pengunjung juga dapat berfoto atau selfie dengan latar belakang hamparan pemandangan bukit hijau yang cantik. 

Keindahan sunrise diatas awan adalah hal yang paling diburu wisatawan setiap kali berkunjung ke Bukit Kediwung. Karena lokasinya menghadap ke arah ufuk timur, sunrise dari Bukit ini terlihat jauh lebih indah.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Bukit Kediwung adalah saat musim kemarau. Sunrise akan terlihat sangat sempurna saat sedang musim kemarau. Saat musim hujan tiba, matahari akan terlihat tertutup oleh kabut tebal karena udara perbukitan yang cukup dingin.

Yang membuat sunrise di Bukit Kediwung berbeda dengan yang lain adalah adanya gumpalan kabut tipis yang muncul bersamaan dengan matahari. Gumpalan kabut tipis ini terlihat seperti awan sehingga wisatawan menyebutnya seperti melihat sunrise di negeri di atas awan.

Waktu paling sempurna untuk menikmati sunrise dimulai pada pukul 5 pagi. Wisatawan dianjurkan untuk menginap di villa atau penginapan yang berada di dekat kawasan bukit agar tidak melewatkan waktu terbaik menikmati sunrise di atas bukit. 

Berbagai pilihan spot foto unik dan menarik tersedia di kawasan bukit. Spot foto yang tersedia sangat instagramable dan cukup anti mainstream.

Pengunjung bahkan rela mengantri untuk dapat foto disana. Hampir seluruh spot foto yang ada di kawasan Bukit Kediwung menghadap ke arah tebing yang berhadapan dengan hutan lebat dengan Sungai Oya yang membentang di bawahnya.

Spot – spot tersebut dapat menjadi pilihan untuk wisatawan yang kecewa karena terlambat atau tidak berkesempatan menyaksikan keindahan sunrise.

Setiap spot foto di kawasan bukit memiliki bentuk yang berbeda antara satu dengan lainnya, yaitu berbentuk istana langit, kupu – kupu, perahu kertas, dan lain sebagainya.

Untuk pengunjung yang ingin mengambil foto di spot – spot foto yang telah disediakan akan ditarik biaya oleh pengelola. Setiap spot akan ditarik biaya masing – masing. Jadi pengunjung hanya akan ditarik biaya sesuai dengan spot berfoto yang dipilihnya. 

Tidak hanya menikmati keindahan sunrise di atas bukit yang tinggi dan spot – spot foto yang menarik, pengunjung juga dapat mencicipi kenikmatan kuliner khas masyarakat Dlingo yang terkenal menggoyang lidah.

Wisatawan dapat membeli makanan khas yang dijual oleh warga setempat di kawasan komplek Bukit Kediwung. Menikmati keindahan bukit sambil menyantap sarapan dengan menu makanan khas Dingo memanglah sangat pas. 

Terdapat pula beberapa gazebo di sekitar kawasan bukit yang telah disediakan oleh pengelola untuk pengunjung yang ingin beristirahat setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang.

Pengunjung dapat membawa bekal dari rumah kemudian disantap bersama keluarga sambil bersantai duduk di gazebo. Jika tidak membawa bekal, pengunjung dapat membeli makanan ataupun minuman di warung yang ada di kawasan objek wisata. Kebersihan di objek wisata ini terjaga dengan baik sehingga kenyaman pengunjung lebih terjamin. 

Jika berencana mengunjungi Bukit Panguk Kediwung Jogja wisatawan lebih baik memilih hari dengan cuaca yang cerah. Jika cuaca sedang mendung atau perkiraan cuaca memungkin terjadi hujan lebih baik menunda kunjungan.

Terutama untuk pengunjung yang mengincar keindahan sunrise, cuaca akan sangat berpengaruh terhadap keindahan sunrise yang akan didapatkan.

Pengunjung disarankan untuk membawa jaket atau menggunakan baju yang nyaman dan hangat karena udara di kawasan bukit sangatlah dingin.

Jangan lupa juga untuk mengenakan alas kaki yang sesuai agar lebih nyaman. Pengunjung juga diharapkan berada dalam kondisi sehat dan prima agar selama perjalanan hingga kembali lagi ke rumah dapat berjalan lancar tanpa hambatan. 

Baca juga: Desa Wisata Pentingsari: Desa Penuh Pesona di Jogja

ADVERTISEMENT

Rekomendasi buat Anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *