1. Wisata Buatan

Benteng Van der Wijck: Lokasi, Harga Tiket, dan Daya Tariknya

Benteng Van der Wijck adalah sebuah benteng peninggalan Belanda yang menjadi objek wisata sejarah di Kota Gombong. Destinasi wisata ini cukup terkenal di kalangan warga setempat dan wisatawan karena sejarahnya yang menarik dan tempatnya yang unik.

Pada kesempatan kali ini Advontura akan membahas mengenai Benteng  Van der Wijck serta apa saja yang menarik dari benteng satu ini. Penasaran? Yuk simak informasi selengkapnya bersama kami!

Sejarah Benteng Van der Wijck

Mengutip dari situs Kemdikbud, Benteng Van Der Wijck berdiri pada tahun 1833 atau beberapa tahun setelah berakhirnya Perang Diponegoro (1825-1830). Nama benteng ini diambil dari Komandan Van Der Wijck, yang pada waktu itu memiliki karir gemilang dalam menumpas perlawanan rakyat Aceh. 

Awalnya, benteng ini terkenal sebagai Fort Cochius atau Benteng Cochius, mengambil nama dari Jenderal Belanda bernama Frans David Cochius (1787-1876). Cochius pernah bertugas di Bagelen, wilayah Karesidenan Kedu, dan memimpin pasukan Belanda selama Perang Diponegoro.

Sumber: Wikipedia

Selain itu, keberadaan benteng ini sering dikaitkan dengan situs bersejarah Kyai Giyombong dan Kyai Gajah Guling di Gombong, yang merupakan tokoh pendukung Pangeran Diponegoro di daerah Bagelen (Kedu Selatan).

Meskipun nama Benteng Van der Wijck pernah kamu dengar dalam film dan buku berjudul “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck,” sebenarnya tidak ada hubungan antara benteng tersebut dengan kapal dalam karya tersebut.

Lokasi Benteng Van der Wijck

Benteng bersejarah ini terletak sekitar 19 kilometer dari pusat Kota Kebumen, tepatnya di Jalan Sapta Marga No. 100, Sidayu, Kota Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Fungsi Awal Benteng 

Benteng ini awalnya berfungsi sebagai kantor bagi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), sebuah kongsi dagang Belanda. Setelahnya, bangunan ini beralih fungsi menjadi benteng pengintaian, pertahanan, dan gudang logistik untuk tentara Belanda. Pada tahun 1856, peran benteng ini berubah menjadi Pupillen School, yang merupakan sekolah calon militer untuk anak-anak keturunan Eropa yang lahir di Hindia Belanda.

Perubahan ini memberikan dampak pada lingkungan sekitar benteng, yang kemudian berkembang menjadi permukiman bagi anggota militer Belanda di Gombong. Permukiman di luar kompleks benteng lengkap dengan berbagai fasilitas, termasuk tempat tinggal untuk perwira dan pengajar Pupillen School, makam, pos penjagaan, barak,  penjara, lapangan latihan menembak, rumah sakit, kantin, dapur, kolam renang, taman, bengkel zeni, hotel, kantor pos, dan lapangan olah raga.

Sumber: Wikipedia

Struktur fisik benteng berbentuk segi delapan, dengan luas kawasan mencapai 7.168 meter persegi. Luas bagian bawah dan bagian atas benteng sama, yaitu sekitar 3.606,625 meter persegi, memiliki tinggi 9,67 meter, dan cerobong setinggi 3,33 meter. Benteng yang berwarna merah ini terdiri dari 16 barak tentara, dengan masing-masing memiliki panjang sekitar 7,5 meter dan lebar sekitar 11,32 meter.

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka

Harga tiket masuk ke Benteng Van Der Wijck di Kebumen adalah Rp25.000 per orang. Tiket tersebut sudah mencakup fasilitas wisata sejarah benteng, perjalanan dengan kereta, dan akses masuk ke kolam renang. Untuk biaya parkir, kamu harus membayar tarif sebesar Rp3.000 per motor dan Rp5.000 per mobil. Sebagai informasi, tempat wisata bersejarah ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Sumber: TripTrus

Daya Tarik Van der Wijck

Benteng wisata ini menawarkan berbagai macam pilihan wisata yang dapat dapat kamu nikmati, baik bersama anak-anak atau sanak saudara. Berikut adalah beberapa daya tarik yang tersedia:

1. Mengelilingi Benteng Menggunakan Kereta Mini

Salah satu daya tarik utama adalah wahana kereta mini yang dapat para pengunjung dapat naiki. Terdapat dua jenis kereta mini di lokasi ini. Kereta mini pertama berfungsi untuk mengantar pengunjung dari gerbang utama menuju benteng, mengingat jarak antara gerbang utama dan benteng yang cukup jauh.

Sementara itu, kereta mini yang kedua berada di atas benteng. Dengan menggunakan kereta mini ini, pengunjung dapat mengelilingi benteng sambil menikmati pemandangan dari ketinggian. Menikmati panorama sejarah sambil berkeliling di atas benteng pasti memberikan pengalaman yang unik.

Untuk menaiki wahana kereta mini yang ada di atas benteng, kamu harus membayar tiket yang masih terbilang sangat terjangkau, hanya dengan membayar Rp. 5.000 per orang saja. Dengan tiket tersebut, kamu dapat menikmati perjalanan dengan kereta mini di sekitar benteng selama 15 menit.

Sumber: Koran-jakarta

2. Wahana Permainan

Selain kereta mini, terdapat beragam wahana wisata yang secara khusus dirancang untuk menarik minat pengunjung di Benteng Van Der Wijck. Wahana-wahana ini mencakup kolam renang, area bermain anak, dan tempat foto bersama replika dinosaurus.

Salah satu pilihan seru adalah menambahkan keseruan liburan di tempat wisata ini adalah dengan berenang di kolam renang yang tersedia. Terdapat dua kolam renang di kompleks ini, yaitu kolam renang untuk anak-anak dan dewasa. Kolam renang anak dilengkapi dengan fasilitas seluncuran yang dapat menambah keseruan bagi mereka.

Bagi pengunjung yang ingin mencoba berbagai wahana ini, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp10.000. Namun, beberapa wahana juga disediakan secara gratis bagi pengunjung, termasuk ayunan, roda putar, seluncuran, dan kesempatan berfoto di dekat tank.

Baca Juga: Tlogo Putri Kaliurang: Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Buka

Sekian pembahasan Advontura kali ini mengenai lokasi, harga tiket, sampai daya tarik dari Benteng Van der Wijck Kebumen. Benteng ini menyimpan banyak sekali nilai sejarah yang harus kamu telusuri lebih lanjut. Semoga penjelasan kali ini dapat memberi kamu gambaran jika berlibur ke daerah Kebumen ya!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Benteng Van der Wijck: Lokasi, Harga Tiket, dan Daya Tariknya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memiliki pemandangan hutan yang terkenal alami dengan udara yang segar. Jika berencana untuk berlibur ke sana dalam waktu dekat, kamu harus mengexplore Jembatan Gantung Sukabumi atau Jembatan Gantung Situ Gunung. Seperti apa kira-kira? Yuk simak informasi selengkapnya mengenai Jembatan Gantung Sukabumi ini, hanya di Advontura! Lokasi Jembatan Gantung Sukabumi […]
    Bandung selalu menjadi primadona untuk orang kunjungi ketika masa liburan. Berbagai jenis tempat wisata dapat kamu temukan di segala penjuru kota. Kali ini, Advontura akan memberi kamu beberapa rekomendasi tempat wisata di Bandung yang gratis. Penasaran apa saja? Yuk, baca artikel berikut untuk mengetahui lebih tentangnya. 1. Jalan Braga Pertama, ada Jalan Braga. Banyak bangunan […]

    Trending

    Kurangnya tempat terbuka hijau menjadi penyebab utama banjir di Jakarta. Salah satu langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah membangun beberapa waduk yang berfungsi bukan hanya sekadar sebagai kawasan hijau tapi bisa juga sebagai tempat wisata alam di Jakarta.  Waduk Pondok Ranggon ini terletak di Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Buat […]
    Waduk tidak hanya berperan sebagai penyedia air untuk kebutuhan irigasi, tetapi juga menjadi magnet para wisatawan sekaligus para pemancing. Contohnya, Waduk Gonggang yang terletak di kaki Gunung Lawu. Waduk ini tidak hanya memiliki fungsi sebagai sumber perairan warga sekitar, tetapi juga tempat wisata yang sayang untuk kamu lewatkan. Kira-kira apa saja yang membuat wisatawan berkunjung […]
    Umbul Bening Waterpark merupakan salah satu wisata yang wajib kamu kunjungi jika berwisata ke Banyuwangi. Tempatnya yang asri dan menenangkan membuat siapapun yang berwisata merasa tersegarkan kembali. Kali ini, Advontura akan membahas tentang Umbul Bening Waterpark. Simak informasi selengkapnya di artikel kali ini! Tentang Umbul Bening Umbul Bening merupakan destinasi wisata berkonsep waterpark yang terletak […]