11 Tempat Wisata Air Terjun di Bali Terbaik dan Terindah

air Terjun Di bali
Photo by casaindonesia.com
Daftar isi

Sudahkah kalian tahu jika wisata air di Bali tidak hanya memiliki pantai cantik namun juga air terjun yang indah? Berikut ulasan mengenai 11 air terjun di Bali terbaik yang wajib Anda kunjungi.

Bali merupakan destinasi wisata favorit untuk menghabiskan waktu berlibur. Pulau Dewata ini juga telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata berlibur terbaik yang ada di dunia. Tidak hanya wisatawan lokal, wisatawan mancanegara juga memilih Bali sebagai salah satu destinasi untuk berlibur.

Bali dikenal luas sebagai surganya pantai. Banyak pantai eksotis yang dapat di explore oleh wisatawan. Selain pantai, Bali memiliki berbagai macam pilihan destinasi wisata yang tak kalah indah, salah satunya adalah Air Terjun.

Wisata air terjun di Bali memiliki panorama yang dapat memukau siapapun yang mengunjunginya. Wisata alam ini juga dapat dijadikan sebagai destinasi wisata alternatif saat sedang berlibur di Pulau Dewata. Berikut adalah beberapa rekomendasi wisata air terjun di Bali yang wajib untuk dikunjungi.

Air Terjun Kanto Lampo

Air terjun di Bali pertama yang patut untuk dikunjungi adalah air terjun Kanto Lampo. Air Terjun Kanto Lampo masih terbilang sepi dan jarang diketahui oleh wisatawan. Walaupun tidak terlalu tinggi, namun air terjun ini memiliki batuan berundak yang membuatnya berbeda dan unik.

Artikel Terkait

Wisatawan dapat mendaki bebatuan tersebut dan duduk diatasnya. Kanto Lampo Waterfall termasuk wisata yang instagramable dan cocok untuk wisatawan pecinta fotografi.

Permukaan dindingnya yang penuh dengan batuan berundak membuat air yang mengalir tidak akan langsung terjatuh ke arah sungai. Batuan berundak ini membuat air yang mengalir tidak akan langsung jatuh “memukul” keras pada dasar sungai, sehingga suasana yang dihasilkan lebih tenang dan adem.

Untuk menikmati wisata air terjun yang eksotis ini pengunjung tidak akan dikenai biaya sepeserpun. Pengelola hanya akan menyediakan kotak amal untuk pengunjung yang ingin berdonasi sebagai dana perawatan kawasan Kanto Lampo Waterfall.

Wisatawan diharapkan selalu menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah karena Kanto Lampo Waterfall ini merupakan sumber air minum serta menjadi tempat yang cukup dikeramatkan dan dianggap suci oleh masyarakat sekitarnya.

Untuk wisatawan yang penasaran dengan keunikan Kanto Lampo Waterfall bisa langsung datang ke lokasinya yang berada di Banjar Kelod Kangin, Ds. Beng, Kec. Gianyar, Kab. Gianyar, Bali.

Air Terjun Tegenungan

Air terjun Tegenungan merupakan tempat wisata air terjun di Bali yang sangat mudah dijangkau dan hanya berjarak kurang lebih 20 menit perjalanan dari kota Ubud.

Untuk wisatawan yang ingin menikmati wisata air terjun di Bali namun tidak ingin menempuh perjalanan yang jauh dan medan yang sulit maka Tegenungan Waterfall adalah pilihan yang sangat tepat.

Untuk melihat keindahan alam kawasan Tegenungan Waterfall, wisatawan hanya perlu menuruni beberapa anak tangga dari area tempat parkir. Pengunjung dapat menaiki puncak bukit jika ingin menikmati panorama alam dari ketinggian dengan lebih nikmat.

Di area wisata ini juga terdapat ayunan besar yang dapat digunakan oleh wisatawan yang ingin mencoba uji adrenalin. Namun disini pengunjung dilarang untuk berenang karena arus airnya cukup deras dan membahayakan keselamatan. 

Tegenungan Waterfall berlokasi di Ds. Kemenuh, Kec. Sukawati, Kab, Gianyar, Bali. Lokasi wisata air terjun di Bali ini sangat mudah ditemukan dan berada sangat dekat dengan lokasi pasar seni Sukawati Bali.

Kawasan Tegenungan Waterfall telah dikelola dengan baik dan memiliki beberapa fasilitas umum yang memadai. Di dekat area parkir telah disediakan kios atau warung sederhana yang menjual makanan dan minuman ringan.

Untuk memasuki kawasan wisata Tegenungan, pengunjung akan dikenai biaya masuk sebesar Rp 15.000 per orangnya. Biaya masuk tersebut akan digunakan untuk perawatan fasilitas dan lingkungan di sekitar kawasan wisata. 

Air Terjun Tibumana

Air terjun tibumana
Air terjun tibumana (Photo by prawitaindah.com)

Air terjun di Bali selanjutnya adalah Air Terjun Tibumana. Karena belum banyak orang yang mengetahuinya, keberadaan wisata air terjun di Bali ini bagaikan permata indah yang tersembunyi.

Jalan menuju kawasan wisata Air terjun Tibumana tergolong mudah dan baik karena melalui jalan setapak yang sudah disemen dengan rata.

Wisatawan juga dapat berenang dan bermain air di lokasi wisata ini karena arus air cukup tenang dan tidak terlalu deras. Hal unik yang ada di Tibumana Waterfall akan terlihat saat debit air yang ada di sungai puncak cukup besar.

Saat hal itu terjadi aliran air terjun akan terbagi menjadi dua. Namun sayangnya hal tersebut tidak dapat disaksikan saat debit air dalam keadaan rendah.

Udara sejuk khas dataran tinggi ditambah suasana alam pedesaan yang asri membuat air terjun dengan ketinggian lebih dari 20 meter ini nyaman dikunjungi bagi wisatawan yang ingin sejenak menenangkan diri dan pikiran.

Air sungai yang ada di bawah arus air ini sangat bersih dan segar sehingga wisatawan dapat bermain dengan nyaman.

Pengelola juga menyediakan ban dan pelampung yang dapat disewa oleh wisatawan. Kebersihan lokasi air terjun yang berada di Ds. Apuan, Kec. Susut, Kab. Bangil, Bali ini benar – benar terjaga dengan baik.

Tidak ada sampah yang berserakan karena pengunjung diwajibkan untuk membawa pulang sampah mereka masing – masing. Selain itu warga desa yang ada tidak jauh dari lokasi air terjun ini begitu ramah dan selalu tersenyum saat bertemu dengan wisatawan yang sedang berkunjung.

Hal tersebut menambah kesan dan suasana nyaman untuk para wisatawan saat berkunjung ke tempat wisata air terjun di Bali satu ini. Untuk memasuki kawasan wisata Tibumana Waterfall pengunjung akan diminta untuk membayar tiket masuk yang sangat murah, hanya sebesar Rp 5000 saja.

Pengunjung yang datang dengan membawa kendaraan pribadi juga akan ditarik biaya parkir sebesar Rp 5000 untuk kendaraan roda dua, dan Rp 10.000 untuk kendaraan roda. 

Air Terjun Gitgit

Air terjun Gitgit adalah wisata air terjun di Bali yang lokasinya berada di Daerah Buleleng. Buleleng sendiri merupakan surganya wisata air terjun yang ada di Bali. Daerah ini memiliki beberapa pilihan tempat wisata air terjun yang keindahannya tidak dapat dilewatkan begitu saja.

Salah satu diantaranya adalah Gitgit Waterfall yang wajib dimasukkan ke daftar wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Pulau Dewata. Gitgit Waterfall berlokasi di Desa Gunung Luwih, Gitgit, Buleleng, Bali Utara.

Lokasi Gitgit waterfall mudah untuk dicapai karena berada tidak jauh dari jalan raya penghubung Denpasar dan Bedugul dengan Singaraja yang merupakan ibu kota Kabupaten Bedugul. Gitgit Waterfall juga merupakan wisata air terjun tertinggi di Bali dengan ketinggian mencapai 48 meter.

Kawasan Gitgit Waterfall telah dikelola secara profesional dan memiliki beberapa fasilitas umum yang cukup luas. Fasilitas tersebut antara lain tempat parkir yang aman dan memadai, toilet umum, pendopo, serta tempat istirahat yang dapat digunakan oleh wisatawan yang kelelahan setelah bermain air.

Walaupun telah dikelola secara profesional, namun pengelola tetap mempertahankan suasana alami yang ada di kawasan air terjun. Air yang ada di kawasan ini juga sangat sejuk dan dingin sehingga nyaman digunakan untuk berenang.

Karena ekosistem disini dijaga dengan baik, terkadang pengunjung dapat bertemu dengan monyet yang muncul dari kawasan hutan. Monyet tersebut terkadang akan ikut berenang bersama dengan wisatawan karena air terjun ini merupakan sumber air bagi para monyet yang ada di kawasan Gitgit.

Akses menuju lokasi air terjun, wisatawan akan melalui jalan setapak yang berkelok – kelok. Di sepanjang jalan setapak tersebut telah didirikan beberapa kios yang menjual makan, minuman, dan juga souvenir oleh – oleh khas Bali.

Setelah sampai di loket masuk pengunjung akan membayar tiket masuk sebesar Rp 20.000 untuk orang dewasa, Rp 10.000 untuk anak kecil, dan Rp 5.000 untuk parkir mobil

Air Terjun Tukad Cepung

Air terjun Tukad
Air terjun Tukad Cepung (Photo by baligetaway.co.id)

Wisata air terjun di Bali satu ini terletak tak jauh dari pusat Kota Ubud tepatnya berada di daerah Banjar Penida Kelod, Kec. Tembuku, Bangli, Bali. Namun untuk sampai di lokasinya diperlukan perjuangan yang cukup melelahkan.

Namun perjalanan tersebut akan terbayarkan saat melihat keindahan milik Air Terjun Tukad Cepung. Tidak hanya satu, Tukad Cepung memiliki dua sumber air terjun yang mempesona.

Karena lokasinya yang sangat indah dan instagramable, tempat wisata air terjun di Bali ini sedang ramai dibicarakan oleh para pecinta alam dan traveling. Waktu terbaik untuk mengunjungi Tukad Cepung Waterfall adalah pada pukul 8 hingga 9 pagi.

Karena pada waktu tersebut terdapat sinar matahari yang terlihat mengintip di antara celah – celah tebing sehingga membuat pemandangan disini semakin istimewa dan pastinya instagramable.

Untuk pengunjung yang hobi berenang tidak perlu takut kepanasan dan terbakar sinar matahari karena kolam renang alami yang ada di bawah air terjun Tukad Cepung ini terlindungi oleh pepohonan yang rindang dan dinding – dinding bebatuan yang cukup tinggi.

Untuk berfoto – foto serta menikmati keindahan alam yang dimiliki air terjun Tukad Cepung pengelola akan menarik biaya tiket masuk untuk wisatawan sebesar Rp. 15.000 untuk setiap orangnya. 

Air Terjun Sekumpul

Wisata air terjun di Bali kali ini terletak di Desa Sekumpul, Kec. Sawan, Kab. Buleleng, Bali. Untuk sampai di kawasan Sekumpul waterfall yang berjarak sekitar 76 km dari pusat kota Denpasar, pengunjung akan menghabiskan waktu tempuh selama kurang lebih 2,5 sampai 3 jam.

Di lokasi ini pengunjung dapat menyaksikan keindahan dua air terjun berdampingan dengan arus air deras dari atas tebing yang tinggi. Percikan air cukup keras terdengar karena aliran air dari atas menabrak bebatuan yang ada tepat di bawahnya.

Menurut masyarakat setempat, kedua air terjun akan memiliki warna yang berbeda saat musim hujan berlangsung. Arus air yang sebelah kiri akan memiliki warna yang lebih bersih dan jernih dikarenakan aliran berasal dari sumber mata air yang berada di atas perbukitan Sekumpul.

Sedangkan untuk arus air yang sebelah kanan akan berwarna lebih keruh dan kecoklatan karena aliran air berasal dari sungai yang terdapat di sekitar desa Sekumpul. Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 50 meter ini dikelilingi oleh pepohonan yang besar.

Suasana disini terasa begitu sejuk dan asri. Berfoto dengan latar belakang Sekumpul Waterfall membuat hasilnya terlihat lebih indah. Waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke Sekumpul Waterfall adalah pada pagi hari.

Hal tersebut disebabkan karena pada sore hari kawasan ini sering turuns hujan sehingga medan yang dilewati menjadi lebih licin. Tiket masuk Sekumpul Waterfall dibandrol dengan harga Rp 10.000 untuk wisatawan lokal, dan Rp 20.000 untuk wisatawan mancanegara.

Pengelola tempat wisata air terjun di Bali ini juga telah menyediakan beberapa pilihan paket yang dapat dipilih oleh wisatawan.

Terdapat paket Medium Tracking dengan harga Rp 125.000 per orangnya dan juga paket Long Tracking dengan biaya Rp 200.000 per orangnya. Paket tersebut cocok dipilih oleh wisatawan yang ingin mengeksplor kawasan Sekumpul waterfall lebih dalam.

Baca juga: Air Terjun Sri Gethuk: Tips hingga Harga Tiket Masuk

Air Terjun Munduk

melanting buleleng
Air terjun melanting buleleng (Photo by rentalmobilbali.net)

Air Terjun Munduk merupakan salah satu air terjun terbaik yang ada di Pulau Dewata. Saking indahnya air terjun di Bali ini dikenal oleh wisatawan sebagai Niagara nya Bali. Air terjun ini berlokasi di Ds. Munduk, Kec. Banjar, Kab. Buleleng, Bali.

Air Terjun Munduk memiliki tinggi kurang lebih 20 meter. Keindahan alam yang dikombinasi dengan suasana tenang dan udara yang segar membuat air terjun ini semakin nyaman untuk dikunjungi.

Udara yang segar dan dingin yang ada di kawasan sekitar air terjun disebabkan karena letaknya yang berada di dataran tinggi kurang lebih sekitar 900 meter di atas permukaan laut.

Hal yang membuat Air Terjun Munduk unik dan wajib dikunjungi adalah karena lokasinya berada di tengah kawasan perkebunan kopi dan perkebunan cengkeh yang sangat luas.

Di sekitar area air terjun wisatawan juga akan mendengar bunyi burung berkicau yang bercampur dengan suara deburan air yang terjun yang akan membuat suasana alamnya lebih terasa.

Bagi pengunjung yang penasaran dan ingin melihat keindahan Air Terjun Munduk akan dikenai biaya tiket masuk dengan tarif sebesar Rp 10.000 untuk orang dewasa, dan Rp 5.000 untuk anak – anak.

Sedangkan untuk biaya parkir, pengunjung yang datang membawa kendaraan roda empat akan ditarik biaya parkir sebesar Rp 5000.

Air terjun Nungnung

Nungnung badung
Air terjun Nungnung badung (Photo by kintamani.id)

Air terjun Nungnung merupakan objek wisata yang telah dinobatkan sebagai salah satu air terjun terindah yang ada di Pulau Dewata. Wisata air terjun di Bali ini berada diatas ketinggian 900 mdpl memiliki tinggi sekitar 50 meter dengan arus air yang cukup deras.

Untuk mencapai area air terjun ini diperlukan usaha yang cukup ekstra karena wisatawan harus menuruni kurang lebih 500-an anak tangga. Pengunjung juga harus waspada dan berhati – hati karena track yang dilalui cukup licin akibat cukup sering diguyur hujan.

Namun hal tersebut akan terbayarkan saat wisatawan telah melihat pesona alam memukau yang ada di area air terjun. Suara gemericik air dan kicauan burung yang silih berganti akan mendominasi pendengaran pengunjung saat ada di kawasan wisata ini.

Letaknya yang menyatu dengan alam dan juga suasana yang teduh dan sejuk membuat pengunjung betah berada di area Nungnung Waterfall. Air terjun Nungnung berada tepat di antara Ubud dan Bedugul tepatnya di Ds. Plaga, Kec. Petang, Kab. Badung, Bali.

Untuk harga tiket masuk, pengunjung hanya perlu membayar tiket sebesar Rp 7.500 per orangnya ditambah biaya parkir sebesar Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp. 5.000 untuk kendaraan roda dua.

Air Terjun Banyumala

Air Terjun Banyumala merupakan salah satu air terjun kembar yang ada di Bali tepatnya di daerah Sukasada, Kab. Buleleng, Bali. Kesegaran udara yang ada di kawasan air terjun ini membuat wisatawan betah menghabiskan waktunya untuk sekedar bersantai serta menikmati pemandan alam.

Walaupun tidak terlalu tinggi, namun air yang mengalir di dinding tebing ini membuat arus kolam yang ada di bawahnya menjadi lebih tenang dan nyaman digunakan untuk berenang.

Kolam yang ada di bawah aliran Banyumala Waterfall terlihat sangat jernih, bahkan saking jernihnya dasar kolam yang mencapai kedalam 2 meter ini dapat dilihat dari atas. Kolam ini memiliki diameter kurang lebih sebesar 20 meter.

Keindahan formasi dari arus air yang mengalir ini membuatnya indah jika dijadikan sebagai latar belakang pengambilan foto. Sepanjang mata memandang, wisatawan akan disuguhi suasana pemandangan alam hutan yang masih asri dan hijau.

Untuk menikmati keindahan tempat wisata air terjun di Bali ini wisatawan diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 untuk setiap orangnya.

Air Terjun Aling – Aling

Air Terjun Aling – Aling merupakan wisata air terjun di Bali yang menyediakan aktivitas memacu adrenalin. Disini pengunjung dapat merasakan sensasi melompat dari atas tebing dan meluncur di air terjun.

Ketinggian tebing yang dapat digunakan untuk melompat terbagi menjadi tiga, yaitu 5 meter untuk yang paling rendah, 10 meter, dan terakhir 15 meter untuk yang paling tinggi. Dibutuhkan nyali yang cukup tinggi jika ingin mencoba aktivitas ini karena arus air disini cukup deras.

Pengelola telah menyediakan jaket pelampung untuk pengunjung yang ingin coba melompat namun tidak pandai berenang. Beralih dari aktivitas pemacu adrenalin, pemandangan alam yang ada di kawasan Aling – Aling waterfall benar – benar memanjakan mata.

Warga setempat mengelola kawasan ini dengan baik tanpa merusak ekosistem alam yang ada di sekitarnya. Pengelola juga menyediakan fasilitas tour guide, asuransi, makan siang, dan juga beberapa pilihan jalur trekking. Aling – Aling berada di daerah Bali utara tepatnya pada Desa Sambangan, Kec.

Sukasada, Kab. Buleleng, sekitar 15 menit dari kota Singaraja. Aling – Aling waterfall memiliki tinggi 35 meter dan airnya jatuh dari atas tebing curam dengan batuan besar yang ada di sepanjang aliran sungai.

Terdapat kolam alami berbentuk cekungan tepat di bawah aliran Aling – Aling Waterfall. Air yang ada di kolam ini juga bersih dan segar sehingga cocok digunakan untuk berenang.

Air Terjun Banyu Wana Amertha

Air terjun di Bali yang unik dan wajib dikunjungi selanjutnya adalah air terjun Banyu Wana Amertah. Banyu Wana Amertha merupakan air terjun yang aliran airnya berasal dari hutan lindung yang ada di daerah Wanagiri dan aliran airnya ini bertumpuk – tumpuk.

Tebing yang ada di kawasan Banyu Wana Amertha Waterfall dipenuhi dengan lumut berwarna merah yang memberikan kesan ekstosis pada kawasan wisata ini.

Udara dingin dan sejuk mendominasi kawasan Banyu Wana Amertha Waterfall yang berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.

Kawasan wisata ini berjarak kurang lebih 63 kilometer dari pusat kota Denpasar. Untuk tiket masuk, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar RP 10.000 untuk wisatawan lokal, dan Rp 20.000 untuk wisatawan Mancanegara. 

Baca juga: Coban Rondo, Tiket Masuk dan Wahana Coban Rondo

ADVERTISEMENT

Rekomendasi buat Anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *